KAJIAN PROSES PENGERINGAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) DENGAN MENGGUNAKAN TUNNEL DEHYDRATOR

WD, ANGGA SETIA ANGGOMAN (2022) KAJIAN PROSES PENGERINGAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) DENGAN MENGGUNAKAN TUNNEL DEHYDRATOR. [ Skripsi ]

[thumbnail of A. Cover.pdf] Text
A. Cover.pdf

Download (689kB)
[thumbnail of B. Bab 1.pdf] Text
B. Bab 1.pdf

Download (328kB)
[thumbnail of C. Bab 2.pdf] Text
C. Bab 2.pdf

Download (340kB)
[thumbnail of D. Bab 3.pdf] Text
D. Bab 3.pdf

Download (389kB)
[thumbnail of E. Bab 4.pdf] Text
E. Bab 4.pdf

Download (439kB)
[thumbnail of F. Bab 5.pdf] Text
F. Bab 5.pdf

Download (325kB)
[thumbnail of G. Lampiran.pdf] Text
G. Lampiran.pdf

Download (864kB)

Abstract

Bawang daun merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup populer di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia dan banyak digunakan sebagai bahan pelengkap dalam berbagai menu masakan. Meskipun bawang daun murah, namun menyimpan berbagai nutrisi penting untuk kesehatan dan kecantikan. Sayuran ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker. Bawang daun rendah kalori dan kaya nutrisi, mengandung kombinasi unik dari flavonoid dan nutrisi yang mengandung belerang. Selain itu, Bawang daun mengandung serat, asam folat, kalsium, kalium dan vitamin C, vitamin A, vitamin K, vitamin B2, dan kalium. Semua kandungan bahan tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh. Bawang daun memiliki sifat mudah rusak karena mengandung kadar air yang tinggi. Salah satu produk olahan Bawang daun yang dapat memperpanjang umur simpan adalah Bawang daun kering. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh suhu dan lama waktu pengeringan pada pengeringan bawang daun kering yang memiliki kandungan vitamin C, warna, kadar air, rendemen dan karakteristik terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan dua faktor (suhu dan waktu pengeringan). Penelitian dilakukan menggunakan produk bawang daun dengan ukuran panjang 2 cm, dengan suhu pengeringan sebesar 60 oC, 70 oC, 80 oC selama 30 menit, 60 menit, 90 menit, menggunakan Tunnel Dehydrator. Data yang diperoleh dari penelitian ini meliputi kadar air, rendemen, kadar vitamin C dan warna. Kombinasi 2 faktor tersebut diperoleh 9 unit perlakuan dengan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan A3B3 (80C:90 menit) yaitu dengan rendemen 66,72%, kadar air 7,63%, vitamin C 9,02 mg / 100 gram, nilai a * (warna hijau) 3,9, nilai b * (warna kuning) adalah 19,1, nilai L * (kecerahan) adalah 44,8 dan nilai chroma adalah 32,8

Item Type: Skripsi
Subjects: S Agriculture > Food_Science_and_Technology
Divisions: Fakultas Saints Teknik dan Desain > Ilmu Teknologi Pangan
Depositing User: Rezky Fadillah Ibrahim
Date Deposited: 26 Oct 2026 08:15
Last Modified: 26 Oct 2026 08:15
URI: https://repo.trilogi.ac.id/id/eprint/196

Actions (login required)

View Item
View Item