ANALISIS KELAYAKAN USAHA URBAN FARMING (Studi Kasus: HSC UrbanFarm)

BUULOLO, KURNIAWAN (2025) ANALISIS KELAYAKAN USAHA URBAN FARMING (Studi Kasus: HSC UrbanFarm). [ Skripsi ]

[thumbnail of A. Cover.pdf] Text
A. Cover.pdf

Download (674kB)
[thumbnail of B. Bab 1.pdf] Text
B. Bab 1.pdf

Download (434kB)
[thumbnail of C. Bab 2.pdf] Text
C. Bab 2.pdf

Download (530kB)
[thumbnail of D. Bab 3.pdf] Text
D. Bab 3.pdf

Download (478kB)
[thumbnail of E. Bab 4.pdf] Text
E. Bab 4.pdf

Download (818kB)
[thumbnail of F. Bab 5.pdf] Text
F. Bab 5.pdf

Download (399kB)
[thumbnail of G. Lampiran.pdf] Text
G. Lampiran.pdf

Download (650kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha berbasis urban farming pada HSC UrbanFarm yang berlokasi di Jakarta Selatan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah usaha agribisnis yang dijalankan HSC UrbanFarm layak dikembangkan ditinjau dari lima aspek utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), teknis, pemasaran, lingkungan, dan finansial. Permasalahan ini muncul karena keterbatasan lahan di wilayah perkotaan serta tantangan efisiensi biaya dan akses pasar bagi pelaku urban farming. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, studi dokumentasi, serta perhitungan keuangan. Analisis kelayakan finansial menggunakan metode Revenue Cost Ratio (R/C), Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback period (PP), dan Benefit Cost Ratio (B/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa HSC UrbanFarm memiliki struktur organisasi yang efisien, teknik budidaya yang sesuai untuk lahan sempit, serta sistem pemasaran yang mulai berkembang. Dari aspek lingkungan, praktik pengelolaan limbah dan efisiensi penggunaan air menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan. Dari aspek finansial, usaha ini dinilai kurang layak dikembangkan secara optimal. Hal ini ditunjukkan oleh R/C ratio 0,98 yang menunjukkan setiap pengeluaran Rp 1 menghasilkan Rp 0,98 dan B/C ratio sebesar 1,07 yang mengindikasikan manfaat usaha sangat kecil, serta BEP volume sebesar 4.485 unit dan BEP harga Rp 112.147.415 menunjukkan batas pendapatan penjualan sayuran agar semua biaya tertutup. NPV bernilai Rp 5.794.284 dan IRR sebesar 12%, di atasstandar tingkat diskonto. Selain itu, Payback period selama 4,1.

Item Type: Skripsi
Subjects: S Agriculture > Agribusiness
Divisions: Fakultas Saints Teknik dan Desain > Agribisnis
Depositing User: Rezky Fadillah Ibrahim
Date Deposited: 27 Oct 2026 03:59
Last Modified: 27 Oct 2026 03:59
URI: https://repo.trilogi.ac.id/id/eprint/201

Actions (login required)

View Item
View Item